Kolaborasi Ulama dan Umara: Kiai Asep Saifuddin Chalim dan Bupati Bojonegoro Gelar "Rembuk Pendidikan" di Pendopo Molowopati
BOJONEGORO – Pendopo Molowopati, Kabupaten Bojonegoro, menjadi saksi pertemuan penting yang membahas masa depan pendidikan di daerah tersebut. Dalam acara bertajuk "Rembuk Pendidikan", hadir tokoh pendidikan nasional terkemuka, Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto.
Acara ini menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro beserta segenap jajaran pejabat pemerintah kabupaten. Sinergi antara ulama (tokoh agama/pendidikan) dan umara (pemerintah) ini bertujuan untuk merumuskan strategi bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro.
Integrasi Karakter dan Sains Jadi Kunci
Dalam seminar tersebut, Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, yang dikenal sukses mencetak ribuan santri berprestasi internasional, memaparkan visi pendidikannya. Beliau menekankan bahwa tantangan zaman modern tidak cukup dihadapi dengan kecerdasan intelektual semata.
"Kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada pendidikan yang seimbang. Kita tidak bisa memisahkan antara Iman dan Takwa (IMTAQ) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)," papar Kiai Asep.
Beliau berbagi pengalaman praktisnya di Amanatul Ummah dalam mengintegrasikan kurikulum berbasis sains dan teknologi dengan pendidikan karakter (akhlakul karimah) yang kokoh. Menurutnya, output pendidikan haruslah generasi yang "pintar sekaligus benar".
Komitmen Pemerintah Daerah
Di sisi lain, Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran dan gagasan Kiai Asep. Kehadiran bupati dan seluruh jajaran pejabat, termasuk dari Dinas Pendidikan, menunjukkan keseriusan penuh Pemkab Bojonegoro dalam membenahi sektor pendidikan.
"Rembuk Pendidikan ini adalah momentum krusial. Kami hadir lengkap untuk mendengarkan langsung masukan berharga dari Prof. Kiai Asep. Kami siap menerjemahkan gagasan-gagasan brilian ini ke dalam kebijakan nyata di Bojonegoro," ujar Bupati.
Dialog Interaktif dan Solusi
Seminar yang dihadiri oleh para kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan ini berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari isu digitalisasi, degradasi moral pelajar, hingga pemerataan kualitas guru.
Kiai Asep memberikan solusi-solusi praktis dan motivasi kepada para pendidik untuk tidak pernah lelah berinovasi. Acara "Rembuk Pendidikan" ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis untuk melahirkan generasi emas dari Bojonegoro yang siap bersaing di kancah global.
